Heriyanto Lim
State College Buddhist of Sriwijaya, Buddhist Education, Faculty Member
- Buddhist Education, Computer Science, Computer Engineering, Computer Networks, Algorithms, Database Systems, and 16 moreArtificial Neural Networks, Applied Mathematics, Data Structures, Fuzzy Logic, Operating Systems, Computer Programming, Soft Computing, Support Vector Machines, Education, Educational Technology, Educational Research, ICT in Education, Pendidikan, Pendidikan Sains, Lecturer, and Intelligent Systemsedit
- Saya Heriyanto Lim. Pendidikan strata 1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Strata 2 Magister Ilmu Kompu... moreSaya Heriyanto Lim. Pendidikan strata 1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Strata 2 Magister Ilmu Komputer – Manajemen Fungsi Sistem Informasi Universitas Budi Luhur.Contact: mail.heriyanto@gmail.com // heriyanto@stabn-sriwijaya.ac.idedit
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Ex Post Facto. Penelitian ini merupakan penelitian populasi.... more
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Ex Post Facto. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Penelitian dilakukan di STABN Sriwijaya Tangerang Banten. Subjek penelitian adalah mahasiswa STABN Sriwijaya tahun akademik 2014/2015 berjumlah 116 orang. Objek penelitian terdiri dari Pelayanan, Fasilitas, dan Kepuasan Mahasiswa STABN Sriwijaya. Variabel independen penelitian yaitu Pelayanan (X1) dan Fasilitas (X2), sedangkan variabel dependen pada penelitian yaitu Kepuasan Mahasiswa STABN Sriwijaya (Y). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-tes menggunakan kuesioner dengan lima klasifikasi menggunakan skala Likert. Kuesioner yang dibagikan berjumlah 116, dua tidak dikembalikan dengan alasan yang tidak diketahui. Pengujian asumsi klasik dilakukan dengan uji normalitas regresi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji prasyarat dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linier Berganda.
Research Interests:
College is the main gateway to create human intellectuals through the educational process undertaken. The development of religion cannot be separated from the role of intellectual community with various competencies. Universities and... more
College is the main gateway to create human intellectuals through the educational process undertaken. The development of religion cannot be separated from the role of intellectual community with various competencies. Universities and colleges become the main base in higher education. Newly invented inventions and research can be used in support of religion and religious services.
The digital era provides disruption impact on various aspects of people's lives. In the world of education requires an innovation and strategy to be able to adapt to the development of increasingly digital society. Buddhist Religious colleges in Indonesia are also facing similar challenges; the increasingly disruptive digital era has to be addressed with various strategies and management in order to survive the present and the future. New strategies and management are needed in providing Buddhist religious education services in the present era. A very important necessity is how innovations and strategies are created and implemented by not abandoning academic value and Buddhist values.
With an in-depth analysis of qualitative data, universities as well as various government regulatory factors, policies, and digital media influencing, digital strategies provide an overview of steps, ways of working, and business processes that can be used as a roadmap in pursuing Buddhist higher education in the digital age. The analysis resulted in the direction of planning and the strategic steps of colleges to be implemented immediately in order to adapt, to face digital disruption, and to provide maximum Buddhist religious education services
Only Abstract Paper
The digital era provides disruption impact on various aspects of people's lives. In the world of education requires an innovation and strategy to be able to adapt to the development of increasingly digital society. Buddhist Religious colleges in Indonesia are also facing similar challenges; the increasingly disruptive digital era has to be addressed with various strategies and management in order to survive the present and the future. New strategies and management are needed in providing Buddhist religious education services in the present era. A very important necessity is how innovations and strategies are created and implemented by not abandoning academic value and Buddhist values.
With an in-depth analysis of qualitative data, universities as well as various government regulatory factors, policies, and digital media influencing, digital strategies provide an overview of steps, ways of working, and business processes that can be used as a roadmap in pursuing Buddhist higher education in the digital age. The analysis resulted in the direction of planning and the strategic steps of colleges to be implemented immediately in order to adapt, to face digital disruption, and to provide maximum Buddhist religious education services
Only Abstract Paper
Research Interests:
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi media digital siswa... more
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi media digital siswa kelas X. Tingkat kompetensi literasi media digital dilakukan dengan memberikan kategori (tinggi, sedang, dan rendah) yang diukur menggunakan dimensi digital literacy competencies. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 114 orang. Objek penelitian adalah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling melalui area sampling. Pengumpulan data dengan teknik non tes menggunakan kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Lokasi penelitian di SMA Atisa Dipamkara, SMA Perguruan Buddhi, SMA Dharma Putra, dan SMA Ehipassiko School. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menyatakan tingkat kompetensi literasi media digital siswa SMA kelas X pada sekolah beryayasan buddhis di Tangerang sebesar 72,39%. Sedangkan kategori tingkatan kompetensi Internet Searching untuk setiap responden berada pada 21,93% kategori tinggi, 64,04% sedang, dan 14,04% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Hypertextual Navigation sebesar 64,73%, dengan kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan 16,67% rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Content Evaluation sebesar 70,87%, kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan rendah 16,67%. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Knowledge Assembly sebesar 71,43%, sebesar 20,18% kategori tinggi, 64,91% sedang, dan 14,91% kategori rendah
Research Interests:
Abstrak Urgensi kebebasan akademik perguruan tinggi adalah secara bebas mencari pengetahuan, secara bebas mengembangkan pengetahuan, secara bebas mengemukakan karya dan publikasi karya ilmiah, dan secara bebas menyebarkan pengetahuan... more
Abstrak Urgensi kebebasan akademik perguruan tinggi adalah secara bebas mencari pengetahuan, secara bebas mengembangkan pengetahuan, secara bebas mengemukakan karya dan publikasi karya ilmiah, dan secara bebas menyebarkan pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tidak meninggalkan nilai-nilai ilmiah dan academic value. Bagaimanakah kebebasan akademik di era disrupsi digital menjadi permasalahan tersendiri dalam kajian ini. Kajian ini berfokus pada implementasi kebebasan akademik perguruan tinggi di era digital. Hasil kajian diharapkan memberikan deskripsi dan gambaran kebebasan akademik yang terimpelemntasi di era digital. Kajian ini menggunakan teknis analisis sintesis wacana, dengan mempertimbangkan unsur teks, konteks, dan wacana. Sintesis yang dilakukan merupakan kelanjutan dari proses analisis dalam upaya merekonstruksi teks dan konteks, dengan menggunakan perbandingan isu-isu dan fakta dalam rangka menjelaskan implementasi kebebasan akademik di era digital. Penelitian terdahulu, kasus, dan data yang didapatkan dari internet menjadi unsur penting dalam memenuhi subtansi teks dan konteks kebebasan akademik di era digital. Hasil kajian memberikan gambaran implementasi kebebasan akademik perguruan tinggi di era disrupsi digital. Kebebasan akademik di era disrupsi digital terfokus pada: 1) Adopsi teknologi digital dalam mendalami, mengembangkan, dan menyebarkan knowledge, 2) Menciptakan berbagai inovasi baru dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, 3) Tetap mempertahankan nilai-nilai ilmiah, profesional, dan bertanggungjawab, 4) Menjunjung tinggi etika dan moralitas, 5) Komitmen dalam melaksanakan manajemen, peraturan, dan kebijakan yang telah ditetapkan, dan 6) Menciptakan efisiensi, efektivitas, dan peningkatan pelayanan perguruan tinggi. A. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Terciptanya berbagai produk dan aplikasi teknologi berdampak pada pergeseran peradaban manusia menuju dan tersentral dalam digitalisasi. Teknologi digital mewajibkan restrukturisasi berbagai jenis proses bisnis dan manajemen lembaga, organisasi, dan institusi baik negeri maupun swasta. Tidak terkecuali pada perguruan tinggi, era digital memaksa adaptasi besar-besaran di mana seluruh komponen dan proses pendidikan harus menerapkan, memanfaatkan, dan terintegrasi melalui teknologi digital. Ketika sekelompok masyarakat menyatakan terjadinya gangguan, akan lebih tepat dinyatakan dengan terjadinya kemajuan dan perkembangan teknologi digital. Kemajuan dan perkembangan teknologi digital membawa terciptanya keadaan disrupsi pada perguruan tinggi dalam menciptakan nilai (value) dari bisnis utama yang dijalankan, dalam hal ini jasa pendidikan yang dilakukan. Disrupsi digital terjadi pada target pasar,
Research Interests:
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA... more
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tingkat kompetensi literasi media digital dilakukan dengan memberikan kategori (tinggi, sedang, dan rendah) yang diukur menggunakan dimensi digital literacy competencies.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 114 orang. Objek penelitian adalah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Kompetensi literasi media digital dispesifikan lagi pada kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan data akademik di sekolah. Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling melalui area sampling. Pengumpulan data dengan teknik non tes menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian yaitu SMA Atisa Dipamkara, SMA Perguruan Buddhi, SMA Dharma Putra, dan SMA Ehipassiko School. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi.
Hasil penelitian menyatakan tingkat kompetensi literasi media digital siswa SMA kelas X pada sekolah beryayasan buddhis di Tangerang sebesar 72,39%. Sebesar 13,16% kategori tinggi, sebesar 68,42% kategori sedang, dan sebesar 18,42% kategori rendah. Untuk dimensi Internet Searching sebesar 83,42%. Sedangkan kategori tingkatan kompetensi untuk setiap responden berada pada 21,93% kategori tinggi, 64,04% kategori sedang, dan 14,04% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Hypertextual Navigation sebesar 64,73%, dengan kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan 16,67% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Content Evaluation sebesar 70,87%, kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan kategori rendah 16,67%. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Knowledge Assembly sebesar 71,43%, sebesar 20,18% kategori tinggi, 64,91% kategori sedang, dan 14,91% dalam kategori rendah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 114 orang. Objek penelitian adalah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Kompetensi literasi media digital dispesifikan lagi pada kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan data akademik di sekolah. Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling melalui area sampling. Pengumpulan data dengan teknik non tes menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian yaitu SMA Atisa Dipamkara, SMA Perguruan Buddhi, SMA Dharma Putra, dan SMA Ehipassiko School. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi.
Hasil penelitian menyatakan tingkat kompetensi literasi media digital siswa SMA kelas X pada sekolah beryayasan buddhis di Tangerang sebesar 72,39%. Sebesar 13,16% kategori tinggi, sebesar 68,42% kategori sedang, dan sebesar 18,42% kategori rendah. Untuk dimensi Internet Searching sebesar 83,42%. Sedangkan kategori tingkatan kompetensi untuk setiap responden berada pada 21,93% kategori tinggi, 64,04% kategori sedang, dan 14,04% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Hypertextual Navigation sebesar 64,73%, dengan kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan 16,67% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Content Evaluation sebesar 70,87%, kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan kategori rendah 16,67%. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Knowledge Assembly sebesar 71,43%, sebesar 20,18% kategori tinggi, 64,91% kategori sedang, dan 14,91% dalam kategori rendah.
Research Interests:
Tujuan penelitian mendeskripsikan analisis rantai nilai yang membentuk pelayanan dan jasa pendidikan pada STABN Sriwijaya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian adalah berbagai aktivitas, kegiatan, dan... more
Tujuan penelitian mendeskripsikan analisis rantai nilai yang membentuk pelayanan dan jasa pendidikan pada STABN Sriwijaya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian adalah berbagai aktivitas, kegiatan, dan proses meliputi tugas dan fungsi yang dilakukan pada STABN Sriwijaya dalam operasional pelayanan dan menyelenggarakan pendidikan. Subjek penelitian adalah sivitas akademika STABN Sriwijaya yang meliputi dosen dan tenaga kependidikan. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis internal rantai nilai dilakukan dengan Value Chain Analysis, analisis data dengan model Miles and Huberman.
Value chain STABN Sriwijaya tergambar kedalam sebuah model value chain yang terdiri dari aktivitas utama dan pendukung. Aktivitas utama yaitu: (1)Penelitian, (2)Pengembangan Kurikulum dan Program, (3)Sistem Penerimaan Mahasiswa, (4)Pendaftaran Mahasiswa, (5) Pembelajaran dan Pengabdian Kepada Masyarakat, (6)Penilaian dan Pemeriksaan, serta (7)Manajemen Alumni. Penelitian, Pembelajaran, dan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi core dalam aktivitas utama value chain STABN Sriwijaya. Aktivitas pendukung pada value chain STABN Sriwijaya yaitu: (1)Kepegawaian, Sumber Daya Manusia, Rekrutmen, (2)Sistem dan Teknologi Informasi, (3)Perencanaan dan Keuangan, (4)Marketing, Publikasi, dan Promosi, (5)Administrasi Perundang-undangan, Peraturan, dan Pelaporan, (6)Sarana Prasarana dan umum, serta (7)Pengadaan. Aktivitas pendukung pada STABN Sriwijaya terfokus pada tiga sub bagian, terdiri dari: (1)subbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, (2)Subbag Perencanaan Keuangan, dan Akuntansi, (3)Subbag Administrasi Umum.
Value chain STABN Sriwijaya tergambar kedalam sebuah model value chain yang terdiri dari aktivitas utama dan pendukung. Aktivitas utama yaitu: (1)Penelitian, (2)Pengembangan Kurikulum dan Program, (3)Sistem Penerimaan Mahasiswa, (4)Pendaftaran Mahasiswa, (5) Pembelajaran dan Pengabdian Kepada Masyarakat, (6)Penilaian dan Pemeriksaan, serta (7)Manajemen Alumni. Penelitian, Pembelajaran, dan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi core dalam aktivitas utama value chain STABN Sriwijaya. Aktivitas pendukung pada value chain STABN Sriwijaya yaitu: (1)Kepegawaian, Sumber Daya Manusia, Rekrutmen, (2)Sistem dan Teknologi Informasi, (3)Perencanaan dan Keuangan, (4)Marketing, Publikasi, dan Promosi, (5)Administrasi Perundang-undangan, Peraturan, dan Pelaporan, (6)Sarana Prasarana dan umum, serta (7)Pengadaan. Aktivitas pendukung pada STABN Sriwijaya terfokus pada tiga sub bagian, terdiri dari: (1)subbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, (2)Subbag Perencanaan Keuangan, dan Akuntansi, (3)Subbag Administrasi Umum.
Research Interests:
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana PEST analysis sebagai strategi peningkatan pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB). Fokus penelitian pada analisis faktor eksternal yang mempengaruhi PTKB ditinjau dari... more
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana PEST analysis sebagai strategi peningkatan pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB). Fokus penelitian pada analisis faktor eksternal yang mempengaruhi PTKB ditinjau dari politik/hukum, ekonomi, sosial, dan teknologi, yang selanjutnya digunakan dalam menentukan strategi guna peningkatan pelayanan PTKB.
Penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari dosen, mahasiswa, dan para pemegang kebijakan manajemen perguruan tinggi. Objek penelitian meliputi berbagai faktor eksternal organisasi ditinjau dari faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Analisis data menggunakan model miles and huberman. Analisis lingkungan eksternal dengan PEST Analysis dan Value Chain Analysis digunakan untuk menentukan proses utama dan pendukung PTKB. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data skunder menjadi data penting dalam penelitian untuk mencari faktor eksternal makro PTKB.
Hasil penelitian menunjukan strategi peningkatan pelayanan PTKB melalui pendidikan dan pembelajaran yaitu: (1) restrukturisasi dan manajemen kurikulum, (2) adopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, (3) forum dan diskusi ilmiah antar-PTKB, (5) program beasiswa dan bantuan pendidikan, (6) kerja sama antar-PTKB, (7) pembinaan kerukunan antarumat beragama, penerapan metode, model, strategi, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa, (8) workshop, pelatihan, bimbingan teknologi informasi dalam pembelajaran (9) peningkatan kualifikasi dosen, dan (10) keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran. Strategi bidang penelitian dilakukan dengan memberikan kontribusi nyata penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan dan pemberdayaan. Bidang pengabdian masyarakat dengan berbagai kegiatan yang lebih menekankan pada dimensi sosial perguruan tinggi sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi serta melakukan pelatihan dan bimbingan dengan perkembangan TIK. Strategi bidang pendukung PTKB seperti: (1) pendanaan dengan perencanaan kebutuhan dan berbasis program, (2) update informasi peraturan serta kebijakan pendidikan dan PTKB, (3) peran maksimal kinerja divisi kepegawaian, (4) studi lanjut dosen dan tenaga kependidikan, (5) penerimaan pegawai, (6) koordinasi yang baik PTKB dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, (7) membentuk SDM TI serta divisi manajemen sistem informasi dan pangkalan data, dan (8) peningkatan sarana prasarana, infrastruktur teknologi serta sesosialisasi, promosi, dan publikasi PTKB secara berkelanjutan.
Penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari dosen, mahasiswa, dan para pemegang kebijakan manajemen perguruan tinggi. Objek penelitian meliputi berbagai faktor eksternal organisasi ditinjau dari faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Analisis data menggunakan model miles and huberman. Analisis lingkungan eksternal dengan PEST Analysis dan Value Chain Analysis digunakan untuk menentukan proses utama dan pendukung PTKB. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data skunder menjadi data penting dalam penelitian untuk mencari faktor eksternal makro PTKB.
Hasil penelitian menunjukan strategi peningkatan pelayanan PTKB melalui pendidikan dan pembelajaran yaitu: (1) restrukturisasi dan manajemen kurikulum, (2) adopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, (3) forum dan diskusi ilmiah antar-PTKB, (5) program beasiswa dan bantuan pendidikan, (6) kerja sama antar-PTKB, (7) pembinaan kerukunan antarumat beragama, penerapan metode, model, strategi, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa, (8) workshop, pelatihan, bimbingan teknologi informasi dalam pembelajaran (9) peningkatan kualifikasi dosen, dan (10) keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran. Strategi bidang penelitian dilakukan dengan memberikan kontribusi nyata penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan dan pemberdayaan. Bidang pengabdian masyarakat dengan berbagai kegiatan yang lebih menekankan pada dimensi sosial perguruan tinggi sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi serta melakukan pelatihan dan bimbingan dengan perkembangan TIK. Strategi bidang pendukung PTKB seperti: (1) pendanaan dengan perencanaan kebutuhan dan berbasis program, (2) update informasi peraturan serta kebijakan pendidikan dan PTKB, (3) peran maksimal kinerja divisi kepegawaian, (4) studi lanjut dosen dan tenaga kependidikan, (5) penerimaan pegawai, (6) koordinasi yang baik PTKB dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, (7) membentuk SDM TI serta divisi manajemen sistem informasi dan pangkalan data, dan (8) peningkatan sarana prasarana, infrastruktur teknologi serta sesosialisasi, promosi, dan publikasi PTKB secara berkelanjutan.
Research Interests:
Bagaimana etika komputer dan kompetensi content evaluation menjadi sebuah strategi menangkal radikalisme menjadi permasalahan dalam kajian ini. Tujuan kajian adalah mendeskripsikan etika komputer dan kompetensi content evaluation sebagai... more
Bagaimana etika komputer dan kompetensi content evaluation menjadi sebuah strategi menangkal radikalisme menjadi permasalahan dalam kajian ini. Tujuan kajian adalah mendeskripsikan etika komputer dan kompetensi content evaluation sebagai strategi menangkal radikalisme guna meningkatkan nasionalisme di era digital.
Pembahasan dalam kajian ini menggunakan teknis analisis Sintesis Wacana. Analisis terdiri pendahuluan, lanjutan, dan akhir, dengan mempertimbangkan unsur teks, konteks, dan wacana. Sintesis yang dilakukan merupakan kelanjutan dari proses analisis dalam upaya merekonstruksi teks dan konteks. Sintesis dilakukan dengan menggunakan perbandingan, isu-isu, dan fakta dalam rangka menjelaskan implikasi etika komputer dan kompetensi content evaluation dalam menghadapi permasalahan radikalisme di era digital. Penelitian terdahulu, kasus, dan data yang didapatkan dengan teknik Netnography menjadi unsur penting dalam memenuhi subtansi teks dan konteks.
Hasil kajian menampilkan langkah-langkah dalam menangkal radikalisme di era digital, yaitu: a) Perilaku etis penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; b) Formulasi dan justifikasi kebijakan penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; c) Pendidikan etika komputer dan literasi digital; d) Pemahaman content evaluation dalam penggunaan internet dan media sosial; e) Menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet juga meliputi identifikasi keabsahan berita dan informasi yang direferensikan media online.
Pembahasan dalam kajian ini menggunakan teknis analisis Sintesis Wacana. Analisis terdiri pendahuluan, lanjutan, dan akhir, dengan mempertimbangkan unsur teks, konteks, dan wacana. Sintesis yang dilakukan merupakan kelanjutan dari proses analisis dalam upaya merekonstruksi teks dan konteks. Sintesis dilakukan dengan menggunakan perbandingan, isu-isu, dan fakta dalam rangka menjelaskan implikasi etika komputer dan kompetensi content evaluation dalam menghadapi permasalahan radikalisme di era digital. Penelitian terdahulu, kasus, dan data yang didapatkan dengan teknik Netnography menjadi unsur penting dalam memenuhi subtansi teks dan konteks.
Hasil kajian menampilkan langkah-langkah dalam menangkal radikalisme di era digital, yaitu: a) Perilaku etis penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; b) Formulasi dan justifikasi kebijakan penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; c) Pendidikan etika komputer dan literasi digital; d) Pemahaman content evaluation dalam penggunaan internet dan media sosial; e) Menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet juga meliputi identifikasi keabsahan berita dan informasi yang direferensikan media online.
Research Interests:
Permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana sebuah kompetensi digital ditumbuhkan dalam lingkungan akademik perguruan tinggi khususnya STABN Sriwijaya sehingga menjadi sebuah strategi dan langkah-langkah strategis guna peningkatan... more
Permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana sebuah kompetensi digital ditumbuhkan dalam lingkungan akademik perguruan tinggi khususnya STABN Sriwijaya sehingga menjadi sebuah strategi dan langkah-langkah strategis guna peningkatan proses pendidikan yang dilakukan. Penjabaran data kualitatif permasalahan dalam pemanfaatan teknologi digital mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam proses mendapatkan informasi, mengevaluasi informasi, menciptakan dan meyebarkan knowledge baru memberikan gambaran kompetensi yang dibutuhkan guna keluar dari permasalahan yang ada.
Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek kajian adalah keterampilan dan kemampuan digital Sivitas Akademika yang terlibat dalam operasional akademik STABN Sriwijaya, dengan subjek yang meliputi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan STABN Sriwijaya. Data dalam kajian ini berupa data kualitatif yang didapatkan dari sumber primer dan skunder. Analisis data dengan menggunakan model analisis Miles and Huberman. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil kajian menjelaskan kompetensi digital mejadi solusi dan strategi dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada pada perguruan tinggi khususnya dalam menghadapi era pendidikan modern.
Kompetensi Knowledge Assembly, Etika Komputer, Internet Searching, Content Evaluation, Knowledge Assembly, Manajement Data, Security Computer, Backup Data, Hypertextual Navigation, dan Maintenance Computer merupakan sebuah keharusan yang menjadi penting terhadap operasinal pendidikan. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapakkan mencapai dan memiliki kompetensi digital untuk keluar dari permasalahan yang ada, lebih lanjut akan memberikan kontribusi besar terhadap tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Impelemntasi kompetensi digital membutuhkan langkah-langkah strategis dan perencanaan yang baik sehinga dapat terwujud dan memberikan kontribus maksimal terhadap peningkatan pendidikan di era modern. Model, strategi, dan pendekatan pembelajaran salah satu bentuk strategi impelemtasi kompetensi digital pada mahasiswa. Sedangkan untuk dosen dan tenaga kependidikan, langkah strategis implementasi kompetensi digital dapat dilakukan melalui seminar, pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan berbagai kegiatan knowledge sharing.
Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek kajian adalah keterampilan dan kemampuan digital Sivitas Akademika yang terlibat dalam operasional akademik STABN Sriwijaya, dengan subjek yang meliputi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan STABN Sriwijaya. Data dalam kajian ini berupa data kualitatif yang didapatkan dari sumber primer dan skunder. Analisis data dengan menggunakan model analisis Miles and Huberman. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil kajian menjelaskan kompetensi digital mejadi solusi dan strategi dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada pada perguruan tinggi khususnya dalam menghadapi era pendidikan modern.
Kompetensi Knowledge Assembly, Etika Komputer, Internet Searching, Content Evaluation, Knowledge Assembly, Manajement Data, Security Computer, Backup Data, Hypertextual Navigation, dan Maintenance Computer merupakan sebuah keharusan yang menjadi penting terhadap operasinal pendidikan. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapakkan mencapai dan memiliki kompetensi digital untuk keluar dari permasalahan yang ada, lebih lanjut akan memberikan kontribusi besar terhadap tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Impelemntasi kompetensi digital membutuhkan langkah-langkah strategis dan perencanaan yang baik sehinga dapat terwujud dan memberikan kontribus maksimal terhadap peningkatan pendidikan di era modern. Model, strategi, dan pendekatan pembelajaran salah satu bentuk strategi impelemtasi kompetensi digital pada mahasiswa. Sedangkan untuk dosen dan tenaga kependidikan, langkah strategis implementasi kompetensi digital dapat dilakukan melalui seminar, pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan berbagai kegiatan knowledge sharing.
Research Interests:
The study aims to describe the level of understanding of digital literacy of college students' Religious Buddha (PTKB) as well as how it forms digital literacy of the students in PTKB Indonesian. This research is descriptive research with... more
The study aims to describe the level of understanding of digital literacy of college students' Religious Buddha (PTKB) as well as how it forms digital literacy of the students in PTKB Indonesian. This research is descriptive research with quantitative approach. PTKB students who are active on the semester goes into the subject in research totalled 357 people. Determination of samples conducted through random sampling technique with the sampling area. The object of research is the understanding of digital literacy students. Understanding digital literacy of the students is a variable in the study, which measured through dimensional digital literacy competencies the internet searching, hypertextual navigation, content evaluation, and knowledge assembly. Data collection is done by a non test technique using a questionnaire with Likert scale classification four. Testing instruments is done with test validity and reliability. Technique of data analysis with descriptive statistical techniques using the mean values (mean) and standard deviation to determine this level of understanding digital literacy into high, medium, and low. The percentage level of understanding digital literacy gained by dividing the total value of the respondent's answer to the total value of the maximum answer research instrument, then do the percentages by multiply with 100. Results of the study concluded the level of understanding of digital literacy of PTKB students 67.86% with each students understanding of category 14% high, 75% medium and low categories of 15%. Level of understanding digital literacy student PTKB seen through the dimensions of internet searching of 75.85%, hypertextual navigation of 62,40%, content evaluation of 65.86%, and level of understanding of digital literacy of students seen from PTKB dimensions of knowledge assembly of 67.95%.
Research Interests:
The purpose of this article was to describe the knowledge management in dharmaduta profession. Data were collected through various resources such as books and other primary and secondary references. The analysis method that used was... more
The purpose of this article was to describe the knowledge management in dharmaduta profession. Data were collected through various resources such as books and other primary and secondary references. The analysis method that used was content analysis descriptive explanations and had been narratively discussed in depth. The result of this article in form and knowledge management pattern in dharmaduta profession, which can be used to support the assignment and its function. Here are patterns and knowledge management form that have to be implemented by a dharmaduta: Learning for an instructor/ a dharma preacher, knowledge sharing and knowledge transfer for a dharmaduta preacher, knowledge storage and externalization, organisation environment and the implementation of dharmaduta knowledge, explicit knowledge become tacit knowledge and other supportive factor, such as human factor and Information Communication and Technology (ICT).
Research Interests:
The purpose of this study is to describe how the needs of Information Systems and Technology Information in chedi and temples in district of Tangerang. This is an exploratory qualitative research with qualitative descriptive and inductive... more
The purpose of this study is to describe how the needs of Information Systems and Technology Information in chedi and temples in district of Tangerang. This is an exploratory qualitative research with qualitative descriptive and inductive approach. The object of the research is the need of Information Systems and Technology Information in chedi and temples in district of Tangerang. The scope of research are based on the needs and gaps of Information Systems and Technology Information in chedi and temples in district of Tangerang. In collecting data, the researcher using non-test technique as the main instrument. The data collection were using interviews, observation, and documentation. Data validation was done with credibility, transferability, reliability, and objectivity. The credibility of the data include overtime research, triangulation of data, reference materials, and member check. Analysis of the data by using a model of Miles and Huberman. The results of the study describe the forms of Information Systems chedi and temples in the district of Tangerang is a Blackberry application (mesenger, broadcast, group), social networking, information systems presence, a word processing program, the program data processing, database programs, websites, and blogs chedi and vihara. While information technology at chedi and temples in the district of Tangerang consist of equipment operational support like sound system, the Personal Computer (PC), TV-monitor, LCD-projector, camera, and external modem as a means of internet access. Information system requirements at chedi and temples in Tangerang district consists of the need for the availability of information systems such as websites, attendance list Information Systems, Information Systems knowlege sharing, data management information system, and the need for digital maps in the form of a website. Information Technology needs chedi and temples in the district of Tangerang is a need for Internet infrastructure, PCs, laptops, printers, and LCD-projector. Chedi and temples in Tangerang district need Information Systems and Information, also includes the need for a social media admin BBM, Facebook social networking admin, admin data management and knowledge sharing related to Information Systems and Information Technology.
Research Interests:
The application of computer technology had stimulated the mid brain and whole brain, this implication had given positive contribution for education. By creating frequencies and other brain’s parts to be a condition that we expected.... more
The application of computer technology had stimulated the mid brain and whole brain, this implication had given positive contribution for education. By creating frequencies and other brain’s parts to be a condition that we expected. Frequency and wave from computer technology can influenced mid brain’s work to be stimulated and produce good hormones for humans body.
By using certain frequency we can stimulate gland to produce some hormones that we expected. Binaural Beat Frequency can interfered and stimulated brain’s wave entering or making an expected situation of wave. By modulated Endorphin hormone with train the brain wave Alpha and Theta. Dophamine Hormone who produced by the mid brain can be stimulated with Binaural Beats frequency.
Music has rhythm and beats, those are can be produced by computer technology. Music has influenced for brain’s work, good audio or music that is a good stimulator for brain’s work. Finally music gives some effects for brain’s work and human’s brain progress.
We can stimulated mid brain to give good effect for education. Frequency that produced with stimulated the brain’s wave to be a in a condition of Alpha and Theta wave. Endorphin can and make more energetic, otherwise substance or Endorphin hormone can raise learning capability and memorize and it makes good contribution in education. Learning and memorize will be easier to do if we have more Endorphin in brain. A balanced Endorphin will bring a better memory for children, and it makes them more easier to save and adsorb knowledge. Music can give stimulation for their progress with cognitive and EQ. Classical music produce Alpha wave which can make relax and stimulates brain’s neuron network in limbic system, it’s a part in memorized and perception, emotional control, mind control. Those things can control the emotion, problem solving, language, creativity, and other cognitive processes. We can see those application of computer technology can give support, and potential effect for education.
By using certain frequency we can stimulate gland to produce some hormones that we expected. Binaural Beat Frequency can interfered and stimulated brain’s wave entering or making an expected situation of wave. By modulated Endorphin hormone with train the brain wave Alpha and Theta. Dophamine Hormone who produced by the mid brain can be stimulated with Binaural Beats frequency.
Music has rhythm and beats, those are can be produced by computer technology. Music has influenced for brain’s work, good audio or music that is a good stimulator for brain’s work. Finally music gives some effects for brain’s work and human’s brain progress.
We can stimulated mid brain to give good effect for education. Frequency that produced with stimulated the brain’s wave to be a in a condition of Alpha and Theta wave. Endorphin can and make more energetic, otherwise substance or Endorphin hormone can raise learning capability and memorize and it makes good contribution in education. Learning and memorize will be easier to do if we have more Endorphin in brain. A balanced Endorphin will bring a better memory for children, and it makes them more easier to save and adsorb knowledge. Music can give stimulation for their progress with cognitive and EQ. Classical music produce Alpha wave which can make relax and stimulates brain’s neuron network in limbic system, it’s a part in memorized and perception, emotional control, mind control. Those things can control the emotion, problem solving, language, creativity, and other cognitive processes. We can see those application of computer technology can give support, and potential effect for education.
Research Interests:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode... more
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa reguler Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya yang berjumlah 112 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes menggunakan kuesioner. Kuesioner untuk mengukur persepsi mahasiswa tentang searching engine Google dan efektivitasnya, yang menggunakan skala Likert. Analisis data dengan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google. Persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya memiliki pengaruh yang searah terhadap efektivitas penggunaan search engine Google. Peningkatan dan penurunan persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya juga akan diikuti dengan peningkatan dan penurunan efektivitas penggunaan search engine Google. Besarnya sumbangan persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google sebesar 27%.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa reguler Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya yang berjumlah 112 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes menggunakan kuesioner. Kuesioner untuk mengukur persepsi mahasiswa tentang searching engine Google dan efektivitasnya, yang menggunakan skala Likert. Analisis data dengan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google. Persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya memiliki pengaruh yang searah terhadap efektivitas penggunaan search engine Google. Peningkatan dan penurunan persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya juga akan diikuti dengan peningkatan dan penurunan efektivitas penggunaan search engine Google. Besarnya sumbangan persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya terhadap efektivitas penggunaan search engine Google sebesar 27%.
Research Interests:
Penyusunan rencana strategis SI/TI pada STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten merupakan merupakan suatu langkah menyelaraskan sistem dan teknologi informasi sesuai dengan strategi dan proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.... more
Penyusunan rencana strategis SI/TI pada STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten merupakan merupakan suatu langkah menyelaraskan sistem dan teknologi informasi sesuai dengan strategi dan proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif menggunakan data primer dan skunder. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, angket, dan melakukan pengamatan langsung terhadap organisasi. Analisis yang digunakan adalah dengan metode Value Chain, SWOT, PEST, Porters Five Force, dan Critical Success Factor (CSF). Hasil dari penelitian ini adalah bentuk atau rumusan rencana strategis SI/TI yang sesuai dengan STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, dalam bentuk arsitektur data, aplikasi dan teknologi untuk mendukung proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.
Research Interests:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan TIK dan jenis kelamin terhadap kompetensi pedagogik dan profesional dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Pendekatan yang digunakan... more
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan TIK dan jenis kelamin terhadap kompetensi pedagogik dan profesional dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian ini adalah dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes menggunakan kuesioner. Kuesioner untuk mengukur tingkat pemanfaatan TIK, kompetensi profesional dan pedagogik dosen. Analisis data dengan menggunakan analisis multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek perbedaan atau pengaruh pemanfaatan TIK terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Hasil penelitian juga menunjukan tidak terdapat efek perbedaan jenis kelamin terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, dan tidak ada interaksi antara pemanfaatan TIK dan jenis kelamin secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian ini adalah dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes menggunakan kuesioner. Kuesioner untuk mengukur tingkat pemanfaatan TIK, kompetensi profesional dan pedagogik dosen. Analisis data dengan menggunakan analisis multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek perbedaan atau pengaruh pemanfaatan TIK terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Hasil penelitian juga menunjukan tidak terdapat efek perbedaan jenis kelamin terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, dan tidak ada interaksi antara pemanfaatan TIK dan jenis kelamin secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dosen STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.
Research Interests:
ABSTRAK Penyusunan rencana strategis SI/TI pada STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten merupakan merupakan suatu langkah menyelaraskan sistem dan teknologi informasi sesuai dengan strategi dan proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang... more
ABSTRAK Penyusunan rencana strategis SI/TI pada STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten merupakan merupakan suatu langkah menyelaraskan sistem dan teknologi informasi sesuai dengan strategi dan proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif menggunakan data primer dan skunder. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, angket, dan melakukan pengamatan langsung terhadap organisasi. Analisis yang digunakan adalah dengan metode Value Chain, SWOT, PEST, Porters Five Force, dan Critical Success Factor (CSF). Hasil dari penelitian ini adalah bentuk atau rumusan rencana strategis SI/TI yang sesuai dengan STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, dalam bentuk arsitektur data, aplikasi dan teknologi untuk mendukung proses bisnis STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Kata Kunci : Rencana Strategis SI/TI, IT Master Plan, Enterprise Architecture Planning, EAP, Perencanaan Strategis Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, Framework Zachman.
